Kamis, 27 Mei 2010

rumusan masalah dan anggapan dasar

BAB I
STUDI PENDAHULUAN

Studi pendahuluan adalah suatu kegiatan awal yang dilakukan oleh peneliti untuk mengumpulkan sejumlah informasi tentang obyek dan subyek penelitian sebelum melakukan penelitian. Dengan melakukan studi pendahuluan seorang peneliti lebih memahami gejala atau permasalahan tertentu, sehingga diharapkan dapat merumuskan masalah dengan lebih tepat. Prof. Dr. Winarno Surachmad menyebut studi pendahuluan sebagai studi eksploratoris, dan ada juga yang menyebut dengan pilot studi atau preliminary.

A.MANFAAT STUDI PENDAHULUAN
Di dalam mengadakan studi pendahuluan mungkin ditemukan bahwa orang lain sudah berhasil memecahkan masalah yang ia ajukan sehingga tidak ada gunanya ia bersusah payah menyelidiki. Mungkin juga ia mengetahui hal-hal yang relevan dengan masalahnya sehingga memperkuat keinginannya untuk meneliti karena justru orang lain juga masih memasalahkan. Apabila ada orang lain yang menyelidiki masalah yang hampir sama atau belum terjawab persoalannya, calon peneliti dapat mengetahui metode apa yang digunakan, hasil-hasil apa yang telah dicapai, bagian mana dari penelitian itu yang belum terselesaikan, faktor-faktor apa yang mendukung, dan hambatan apa yang telah di ambil untuk mengatasi hambatan penelitiannya.
Selanjutnya oleh Dr. Winarno mengatakan bahwa setelah studi eksploratoris ini peneliti menjadi jelas terhadap masalah yang dihadapi, dari aspek historis, hubungannya dengan ilmu lebih luas, situasi dewasa ini, dan kemungkinan-kemungkinan yang akan datang dan lain-lainnya, yaitu :
1.Mengetahui dengan pasti apa yang akan diteliti
2.Tahu dimana/kepada siapa informasi dapat di peroleh
3.Tahu bagai mana cara memperoleh data atau informasi
4.Dapat menentukan cara yang tepat untuk menganalisis data
5.Tahu bagaimana harus mengambil kesimpulan serta memanfaatkan hasil.
Sehubungan dengan ini ada manfaat lain dari studi pendahuluan yaitu peneliti menjadi yakin bahwa penelitiannya perlu dan dapat dilaksanakan. Sebagai pedoman perlu tidaknya atau dapat tidaknya penelitian dilaksanakan, peneliti harus ingat empat hal, yaitu :
1.Apakah judul peneliti yang akan dilakukan benar-benar sesuai dengan minatnya?
Apakah peneliti memang akan senang melaksanakan karena menguasai permasalahannya? Pertanyaan ini penting untuk dijawab karena minat, perhatian, penguasaan pemecahan masalah merupakan modal utama dalam peneliti. Sebagai contoh mungkin terjadi demikian. Mula-mula peneliti (tepatnya calon peneliti) berminat meneliti masalah anak berkelainan bicara. Sesudah mengadakan studi pendahuluan diketahui bahwa sangat sulit mengumpulkan data karena anak itu sendiri sukar diajak bicara, orang tuanya tidak bersikap terbuka dan kurang sekali literatur yang mendukung. Semangat untuk meneliti lalu mengendor. Maka itu, sebelum melanjutkan niatnya sebaiknya calon peneliti mempertimbangkan lagi, apakah ia memang masih berminat terhadap permasalahan anak berkelainan bicara tersebut atau tidak.
2.Apakah penelitian dapat dilaksanakan?
Banyak sekali faktor yang menyebabkan seorang peneliti tidak dapat melaksanakan rencananya. Factor-faktor tersebut antara lain: kemampuan, waktu, tenaga, dan dana. Misalnya saja seseorang mahasiswa yang akan menyusun skripsi bermaksud meneliti pengelolaan perusahaan-perusahaan rokok kretek. Dari studi pendahuluan diketahui bahwa untuk dapat bertemu pimpinan sebuah perusahaan dibutuhkan waktu yang tidak sedikit, karena setiap kali ia datang, ada-ada saja alasan pimpinan untuk tidak menemuinya. Pada hari tertentu ia sedang ada tamu penting dan terhormat. Dengan pengalaman studi pendahuluan mahasiswa tahu bahwa judul skripsi permasalahan penelitian harus diganti karena mahasiswa tersebut terikat pada masa studi yang terbatas. Jika dilaksanakan peneliti harus mundur, Maka dikhawatirkan waktu batas meneliti segera habis. Di samping itu, dana untuk berkali-kali datang kelokasi akan cukup banyak.
3.Apakah untuk penelitian yang akan dilaksanakan tersedia faktor pendukung?
Artinya data yang akan dikumpulkan harus ada, sebagai tambahan peneliti harus sudah merumuskan judul, sudah mengurus surat izin dan berhasil.
4. Apakah hasil penelitian cukup bermanfaat?
Misalnya peneliti ingin mengetahui perbedaan efektivitas pengajaran modul dibandingkan dengan pengajaran klasifikasi. Dari studi pendahuluan, yakni membaca buku-buku di perpustakaan, diketahui bahwa sudah ada beberapa laporan penelitian yang menjelaskan efektivitas pengajaran modul, baik secara terpisah maupun dibandingkan dengan pengajaran system lain. Dengan, demikian, calon peneliti sudah memperoleh jawaban atas pertanyaannya walaupun belum melaksanakan penelitiannya. Dalam keadaan seperti ini mau tidak mau calon peneliti tersebut harus mengurungkan niatnya.

B.CARA MENGADAKAN STUDI PENDAHULUAN
Ada 3 objek yang harus dilakukan dalam pengumpulan informasi untuk mengadakan studi pendahuluan. Yang dimaksud dengan objek di sini adalah apa yang harus di hubungi, dilihat, diteliti atau di kunjungi yang kira-kira akan memberikan informasi tentang data yang akan dikumpulkan. Ketiga objek tersebut berupa tulisan-tulisan dalam kertas (paper), manusia (person) atau tempat (place) yang disingkat 3p.
1.Paper, dokumen, buku-buku, majalah atau bahan tertulis lainnya, baik berupa teori, laporan penelitian atau penemuan sebelumya (findings). Studi ini juga disebut kepustakaan atau literature studi.
2.Person: bertemu, bertanya, dan berkonsultasi dengan para ahli.
3.Place; tempat, lokasi atau benda-benda yang terdapat di tempat penelitian.

C.PENELAAHAN TEORI
Di samping studi pendahuluan, yang perlu dilakukan oleh seorang peneliti sebelum melakukan penelitian yaitu melakukan penelaahan teori. Penelaahan teori disini dimaksudkan untuk menentukan teori yang bagaimana yang akan digunakan dalam penelitian, atau penyelidikan terhadap teori agar sesuai dengan masalah yang akan diteliti. Tentunya disini diperlukan adanya penelaahan.
Semua penelitian bersifat ilmiah, oleh karena itu semua peneliti harus berbekal teori. Dalam penelitian kualitatif, karena permasalahan yang dibawa oleh peneliti masih bersifat sementara, maka teori yang akan digunakan juga bersifat sementara. Walaupun demikian, ada tiga kriteria yang harus di perhatikan terkait teori yang akan digunakan sebagai landasan dalam penelitian, yaitu relevansi, kemutakhiran, dan keaslian.
Relevansi berarti teori yang akan di kemukakan sesuai dengan permasalahan yang diteliti. Kalau yang diteliti masalah kepemimpinan, maka teori yang di kemukakan berkenaan dengan kepemimpinan.
1.Kemutakhiran berarti terkait dengan kebaruan teori atau referensi yang digunakan. Pada umumnya referensi yang sudah lebih dari lima tahun diterbitkan dianggap kurang mutakhir.
2.Keaslian terkait dengan keaslian sumber, maksudnya supaya peneliti menggunakan sumber aslinya dalam mengemukakan teori. Jangan sampai peneliti mengutip dari orang lain, dan sebaiknya dicari sumber aslinya.
Melihat ketiga hal di atas tentunya memberikan arahan kepada seorang peneliti yang akan meneliti sehingga dapat menggunakan teori yang tepat (relevan, mutkhir) sebagai landasan dalam penelitiannya.
PENELITIAN PENDIDIKAN KIMIA




KELOMPOK II:
APRIANA H.
CHARLINA
CHOIRUDDIN
KA IRMAWAI


`



BAB II
MERUMUSKAN MASALAH

A.DEFINISI MERUMUSKAN MASALAH
Merumuskan masalah adalah suatu cara merumuskan judul selengkapnya. Rumusan masalah penelitian bisa dibuat oleh seorang peneliti melalui beberapa kemungkinan latar belakang yang dibuat, yaitu ;
1.Setelah menyadari adanya suatu permasalahan kehidupan yang sedang dihadapi manusia atau masyarakatnya. Masalah kehidupan yang sedang hangat dibicarakan dalam buku ini disebut ”topik masalah” Topik masalah inilah yang menyadarkan seorang pemikir untuk berperan memecahkan sejumlah rumusan masalah penelitian yang terkait dengan topik masalah itu tadi.
2.Setelah menyadari potensi permasalahan di masa datang setidaknya menurut pandangan dan pertimbangan teoritis dari suatu bidang keilmuan. Potensi permasalahan itu perlu diantisipasi pemecahannya. Sehubungan dengan itu diperlukan penelitian terhadap butir-butir permasalahan yang secara khusus telah dirumuskan.
Dalam memilih rumusan masalah yang akan dijadikan awal penelitian, maka perlu diperhatikan ketentuan sebagai berikut ;
1.Masalah yang dipilih harus mempunyai nilai penelitian
a.Masalah harus mempunyai keaslian
b.Masalah harus menyatakan suatu hubungan
c.Masalah harus merupakan hal yang penting
d.Masalah harus dapat di uji
e.Masalah harus mencerminkan suatu pertanyaan
2.Masalah yang dipilih dengan bijak, artinya :
a.Data serta metode untuk memecahkan masalah harus tersedia
a.Biaya untuk memecahkan masalah, secara relatif harus dalam batas-batas kemampuan
b.Waktu memecahkan masalah harus wajar
c.Biaya dan hasil harus seimbang
d.Administrasi dan sponsor harus kuat
e.Tidak bertentangan dengan hukum dan adat
3.Masalah dipilih dengan kualifikasi peneliti
a.Menarik bagi peneliti
b.Masalah harus sesuai dengan kualifikasi peneliti

B.BAGAIMANA MERUMUSKAN MASALAH
Agar judul penelitian tidak kelihatan panjang, maka yang disebutkan hanya ciri yang ditonjolkan oleh peneliti saja, selebihnya diterangkan di luar judul. Sebelum seorang peneliti memulai kegiatannya meneliti, harus memulai membuat rancangan terlebih dahulu. Rancangan tersebut diberi nama desain penelitian. Ada yang menyebutnya dengan istilah proposal penelitian atau usulan penelitian.
Desain penelitian adalah rencana atau rancangan yang dibuat oleh peneliti, sebagai ancang-ancang kegiatan, yang akan dilaksanakan. Bagian rancangan penelitian yang dibuat oleh mahasiswa dalam rangka menuliskan skripsi atau tesis, perlu dilengkapi dengan beberapa penjelasan, agar permasalahan yang dirumuskan dapat dipahami oleh orang lain.
Dalam memberikan penjelasan ini calon peneliti berpikir seolah-olah tugas penelitiannya dapat diteruskan oleh orang lain, sehingga segala sesuatunya harus dituliskan secara lengkap.
Adapun penjelasan tentang permasalahan yang akan diteliti ini meliputi :
1.Penegasan judul
2.Alasan pemilihan judul
3.Problematik
4.Tujuan penelitian
5.Kegunaan hasil penelitian




1)Penegasan Judul
Sehubungan dengan kurang lengkapnya rumusan judul penelitian, maka mahasiswa melengkapinya dengan penegasan judul. Dengan demikian, menjadi jelas apa yang akan diteliti, dari mana data diperoleh, bagaimana mengumpulkan data, bagaimana menganalisis data dan sebagainya. Kadang-kadang penegasan judul ini dikemukakan sebagai pembatasan masalah.
Contoh : Persepsi Ibu-Ibu Petani terhadap Pendidikan
Judul ini masih sangat singkat. Disamping perlu ada penegasan arti kata-kata yang terdapat dalam judul yaitu persepsi, perlu pula dibatasi pengertiannya, apa yang dimaksud dengan “ibu-ibu petani”. Apakah yang dimaksud ibu-ibu yang pekerjaannya ke sawah, apakah juga termasuk ibu yang memiliki tanah garapan walaupun tidak pernah ke sawah, apakah meliputi semua ibu yang bertempat tinggal di desa walaupun dia nelayan atau meneruskan penelitiannya, apakah meliputi semua ibu yang bertempat tinggal di desa walaupun dia nelayan atau penggarap tanah kering (ladang). Hal ini perlu dijelaskan batasannya.
Juga disini masih ada yang perlu dijelaskan atau ditegaskan permasalahannya, dipertegas batasan pengertiannya, yaitu “pendidikan”. Yang dimaksud pengertian pendidikan dalam penelitian ini apakah pendidikan pada umumnya atau pendidikan bagi putra putrinya.
Dengan singkat dapat dikemukakan disini bahwa penegasan judul dan atau pembatasan masalah perlu ditambahkan pada rancangan penelitian untuk pedoman kerja bagi peneliti sendiri dan bagi orang lain yang akan membantu atau meneruskan penelitiannya.
2)Alasan Pemilihan Judul
Alasan-alasan yang dapat dikemukakan antara lain :
a.Pentingnya masalah tersebut diteliti karena akan membawa pelaksanaan kerja yang lebih efektif misalnya, atau akan dicari pemecahannya karena berbahaya apabila tidak. Jadi, pentingnya diadakan penelitian.
b.Menarik minat peneliti karena dari pengalamannya peneliti mendapatkan gambaran bahwa hal itu sangat menarik.
c.Sepanjang pengetahuan peneliti belum ada orang yang meneliti masalah tersebut.
3)Problematik
Problematik penelitian adalah bagian pokok dari suatu kegiatan penelitian. Langkahnya disebut perumusan masalah atau perumusan problematik. Didalam langkah ini peneliti mengajukan pertanyaan terhadap dirinya tentang hal-hal yang akan dicari jawabannya melalui kegiatan penelitian.
Seperti dicontohkan dalam penegasan judul, dari judul penelitian : “Studi Komparasi antara Pelaksanaan Praktikum di SMP Negeri I dan SMP Negeri II di Kalimantan Tengah Tahun 1994”.
Setelah peneliti memberikan batasan permasalahan, maka ia menjadi jelas apa yang dipermasalahkan. Inilah yang menjadi poin-poin fokus perhatiannya.
Jika pembatasannya meliputi :
Kelas berapa
Kelengkapan sarana
Bagaimana pengelompokannya
Bagaimana prosedurnya
Dimana dilaksanakan
Siapa laborannya.
Maka problematik penelitiannya menjadi sebagai berikut :
a.Dikelas berapakah praktikum mulai dilaksanakan?
b.Bagaimanakah kelengkapan sarannya.
c.Bagaimanakah sistem pengelompokan yang dianut dan berapakah banyaknya anggota untuk tiap kelompok?
d.Bagaimana langkah-langkah atau prosedur praktikum?
e.Dimana praktikum dilaksanakan?
f.Siapa laboran praktikum (bagaimana menentukan laboran)?
4)Tujuan Penelitian
Apakah problematik penelitian dikemukakan dalam kalimat pertanyaan, maka tujuan penelitian dirumuskan dalam kalimat pertanyaan. Tujuan penelitian adalah rumusan kalimat yang menunjukkan adanya sesuatu hal yang diperoleh penelitian selesai.
Sebenarnya apabila ditilik dari isinya sesuatu yang ingin dicapai, yang merupakan tujuan penelitian, adalah sama dengan jawaban yang dikehendaki dalam problematik penelitian. Yang berbeda adalah rumusannya.
5)Kegunaan Hasil Penelitian
Kegunaan hasil penelitian merupakan follow up penggunaan informasi atau jawaban yang tertera dalam kesimpulan penelitian.



BAB III
MERUMUSKAN ANGGAPAN DASAR

A.PENGERTIAN MERUMUSKAN ANGGAPAN DASAR
Menurut Prof. Dr. Winanto surakhamd M.Sc.Ed. anggapan dasar atau postulat adalah sebuah titik tolak pemikiran yang kebenarannya diterima oleh penyelidik. Setiap penyelidik dapat merumuskan postulat yang berbeda. Seorang penyelidik mungkin meragukan sesuatu anggapan dasar orang lain diterima sebagai kebenaran.
Dari contoh kehidupan sehari-hari orang sering berkata bahwa orang yang banyak makan menjadi gemuk. Yang ada dibalik ucapan itu adalah suatu anggapan bahwa yang dimakan orang tentu dapat dicerna, kemudian berubah menjadi otot dan lemak. Inilah sebabnya maka orang menjadi gemuk.
Contoh lain adalah dari panjangnya jam belajar dan pemberian waktu istirahat. Jadwal pembelajaran di SMA tersebut 45 menit tiap jam belajar, dengan susunan 3 jam pelajaran lalu istirahat, dilanjutkan 2 jam belajar lagi lalu bubar. Penyusunan ini didasarkan atas suatu anggapan bahwa : setelah belajar selama kurang lebih 135 menit, anak menjadi lelah.
Didalam penelitian anggapan-anggapan semacam ini sangat perlu dirumuskan secara jelas sebelum melangkah mengumpulkan data. Anggapan-anggapan semacam inilah yang disebut anggapan dasar, postulat atau asumsi dasar..
Peneliti perlu merumuskan anggapan dasar, karena :
1.Agar ada dasar berpijak yang kokoh bagi masalah yang sedang di teliti
2.Untuk memperjelas variabel yang menjadi pusat perhatian
3.Guna menentukan dan merumuskan hipotesis.

B.CARA MENENTUKAN ANGGAPAN DASAR
Macam-macam cara menentukan anggapan dasar untuk menjadi tahu terhadap sesuatu :
1.Dengan banyak membaca buku, surat kabar atau terbitan lain
2.Dengan banyak mendengarkan berita, ceramah, dan pembicaraan orang lain
3.Dengan banyak berkunjung ke suatu tempat
4.Dengan mengadakan pendugaan mengabstraksi berdasarkan perbendaharaan pengetahuannya.
Dengan singkat dapat dikatakan bahwa asumsi dasar, postulat atau anggapan dasar harus didasarkan atas kebenaran yang telah diyakini oleh peneliti , sebagai bahan pendukung anggapan dasar, peneliti sebaiknya melakukan studi perpustakaan untuk mengumpulkan teori-teori dari buku maupun penemuan dari penelitian.
Merumuskan suatu anggapan dasar bukanlah pekerjaan yang mudah. Hal tersebut harus membutuhkan suatu pemikiran, renungan dan analisis masalah , sehingga boleh jadi bisa dianggap sukar bagi siapa saja, terutama yang belum terbiasa meneliti.
Contoh:
Judul Penelitian : Studi tentang Peranan Orangtua terhadap pilihan profeksi Anak SMA se – Daerah Istimewa Yogyakarta.
Anggapan dasar yang dapat dirumuskan antara lain :
1.Hubungan antara anak dengan orangtua cukup erat
2.Anak tahu keadaan Orangtuanya (Pendidikan, Pekerjaan, Cita-cita terhadap dirinya)
3.Anak SMA sudah memahami berjenis-jenis profesi yang ada , baik dalam wilayah yang sempit maupun wilayah yang luas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar